Tugas DHCP Server
Tugas DHCP server adalah memberikan IP atau
yang lebih dikenal, menyewakan
IP ke client. IP
apa saja yang disewakan ke client? IP
yang ditawarkan atau
biasanya range I P yang
ditawarkan oleh DHCP server disebut sebagai
scope.
Misalkan Anda mempunyai
scope antara 10.10.1.1 s/d 10.10.1.3, artinya DHCP
server Anda bisa
memberikan IP ke tiga komputer sekaligus,
yaitu 10.10.1.1,
10.10.1.2, dan 10.10.1.3.
Biasanya saya memberikan
range IP secara lengkap ke dalam
DHCP. Jadi
misalkan network saya menggunakan
IP 192.168.0.0/ 24 ( subnet mask
255.255.255.0 jika Anda lupa
dengan arti dari angka 24 ini) atau
192.168.0.1-
192.168.0.254 maka saya
akan membuat range Start IP address dengan
nilai
192.168.0.1 dan End IP
address dengan nilai 192.168.0.254. Bagaimana
jika
nomor IP 192.168.0.9
dan 192.168.0.10 sudah terpakai untuk ser
ver saya?
Apakah tidak bentr ok jika DHCP
masih tetap menawarkannya? Tentu saja akan
bentrok jika DHCP server
Anda menawarkannya, karena itulah nantinya harus
Anda set agar IP yang
sudah digunakan jaringan lagi ditawarkan melalui
pilihan
Exclude.
Sebagai sedikit gambar an
dalam perancangan penggunaan IP, misalkan saya
mempunyai network range yang
digunakan 192.168.0.1 s/ d 192.168.0.254,
maka saya akan
tetapkan, semua server harus menggunakan I
P permanen
antara 192.168.0.1-192.168.20,
untuk alat network seperti swicth, router
dan
lain-lain akan menggunakan range IP
192.168.0.21- 192.168.0.50. Nantinya pada
DHCP server saya tinggal
set agar range IP dari 192.168.0.1 s/ d
192.168.0.50
harus di- exclude atau
tidak boleh ditawarkan ke client.
Pada saat pemasangan
server baru, saya tinggal menggunakan
salah satu IP dari range I P 192.168.0.1-
192.168.0.20 dan tidak perlu melakukan
apapun pada DHCP server yang sedang
berjalan. Tentu saja Anda
bisa melebarkan range I P untuk server maupun alat-
alat komunikasi sesuai dengan kebutuhan
Anda dan nantinya.
Untuk mengaktifkan sebuah scope,
klik gambar server kemudian pilih
Act ion >
New
Scope
atau klik kanan
N ew Scope
. Kolom Start IP
address dan End IP
address meminta Anda
agar memasukan alamat IP awal dan alamat IP
akhir
yang akan digunakan. Karena saya
menggunakan network 192.168.0.0/24 maka
saya bisa memasukan IP 192.168.0.1
pada kolom Start Ip address sedangkan
pada kolom End Ip
address dimasukan IP 192.168.0.254 (ingat alamat
192.168.0.0 dan 192.168.0.255
tidak bisa digunakan). Selain Start IP address
dan End IP address
Anda juga harus mengisi subnet mask
yang digunakan
dalam bentuk jumlah bit (length) atau dalam
bentuk desimal.
Seperti yang telah saya
jelaskan, Anda bisa memasukan IP dalam scope yang
tidak boleh disewakan ke
client pada bagian Add Exculusions . Pada bagian
ini
Anda bisa memasukan per IP secara satu
persatu atau dalam suatu range. Disini
terlihat betapa
membantunya desain penggunaan I P yang telah
saya lakukan
sehingga saya hanya
perlu memasukan I P r ange 192.168.0.1 s/ d
192.168.0.50
dari pada saya
harus memasukannya satu per satu IP
yang digunakan oleh
server dan alat-alat komunikasi jaringan.
Untuk memasukan IP satu
per satu, Anda bisa memasukannya dalam Star
t IP
address dan End IP
address dengan IP yang sama. Jadi
misalkan Anda
mempunyai satu IP yang
harus di- exclude yaitu 192.168.0.100, maka masukan
IP 192.168.0.100 dalam
kolom Start IP address maupun End IP
address
kemudian klik tombol Add
Durasi penawaran-penawaran
IP oleh DHCP server ke client
dimasukkan ke
dalam bagian Lease
Duration . Jadi pada bagian inilah Anda
menentukan berapa lama sebuah komputer yang
meminjam IP dari DHCP server
harus memperbarui IP yang telah
dipinjamnya. Secara default, waktu yang terisi
adalah 8 hari yang
tentu saja sudah cukup lama. Semakin
lama waktu sewa
tentunya lalu lintas
data pada jaringan Anda juga akan
semakin sedikit; tapi
saya sendiri lebih
suka waktu penyewaan atau lease dur ation
selama 1 hari
selama suatu jaringan belum benar- benar
dir ancang dengan sangat baik. Hal ini
dilakukan untuk
mengantisipasi perubahan-perubahan kebijakan seperti
alamat
server DNS yang berubah
dan lain-alin. Dengan lease dur ation 1 hari,
kenaikan
lalu lintas data akan
cukup terasa jika ter dapat ratusan komputer karena proses
pembaruan dan penyewaan
menggunakan sekitar empat kali 576 bytes. Setelah
mendapatkan network yang lebih
mantap, Anda bisa secara bertahap menaikan
lease duration secara bertahap.
Selain konfigurasi IP yang
disewakan ke client, Anda juga bisa mengatur alamat
DNS, Default Gateway dan lain-lain . Dengan
demikian, penyewaan
IP oleh client
berupa satu paket lengkap dengan seting
alamat DNS, Default
gateway dan lain-lain,
dan karean alasan inilah saya lebih
suka dengan lease
duration selama 24 jam. Andaikan terjadi
perubahan alamat DNS dan perubahan
Gateway saya bisa segera memasukannya ke
dalam DHCP server sehingga client
tidak perlu menunggu
terlalu lama untuk mendapatkan data yang terbaru, atau
saya tidak perlu
mendengar terlalu lama omelan-omelan yang
segera datang
dari pengguna.
Pilihan pertama yang
bisa Anda informasikan konfigurasi tambahan
pada I P
adalah alamat default
gateway . Alamat default gateway ini
biasanya merupakan alamat
dari router jika Anda terhubung dengan WAN atau
Internet. Default gateway
bisa dikatakan sebagai alamat yang Anda
tuju ketika
berhubungan dengan
network lain yang tentu saja selain
network lokal.
Komunikasi dengan network
lokal tidak akan bisa melalui default
gateway,
karena itu Anda tidak
bisa merancang dua network yang dihubungkan dengan
leased line dan router dengan alamat
network yang sama.
Pada bagian selanjutnya, Anda
bisa memasukan domain yang digunakan dalam
network pada kolom
Parent Domain yang dalam contoh ini adalah
jasakom.com. Selanjutnya,
pada kolom Server name dan IP
address digunakan untuk
memberikan infor masi lokasi DNS server dalam
network. Anda bisa m
emasukan nama server dari DNS server
saja jika tidak
hafal dengan alamat IP-nya dan mengklik
tombol Resolve , maka alamat I P dari
nama DNS yang dimasukan akan diisi
secara otomatis. Selanjutnya jangan lupa
mengklik tombol Add .
Setelah seting domain
dan informasi DNS, Anda bisa juga
memasukan lokasi
WINS. Anda tidak perlu lagi memasukan atau
menggunakan WINS
ini jika network
atau jaringan yang digunakan minimal
adalah Windows 2000
dan XP. WINS
sebenarnya sudah hendak dimatikan oleh
Microsoft semenjak
Microsoft memutuskan untuk menggunakan
TCP/IP sebagai protokol utamanya.
Langkah terakhir adalah
mengaktifkan DHP server yang telah diseting agar bisa
segara menajalankan
tugasnya. Untuk mengaktifkan DHCP ser ver
ini, Anda
tinggal memilih pilihan Yes, I want
to activate this scope now .
Setelah DHCP server aktif,
Anda akan melihat gambar server DHCP
dan juga
berbagai informasi yang penting bagi
administrator . Beberapa hal
yang bisa Anda
lihat adalah nama scope, kemudian Address
Pool yang
menginformasikan range dari IP yang
boleh dan tidak boleh ( exclude) diber ikan
ke DHCP client. Address Leases
menunjukkan IP yang telah disewa oleh client
dan informasi nama
komputer yang menyewa I P tersebut serta kapan I
P yang
disewa akan habis
masa waktunya ( expir ed). Reservation digunakan
untuk
menunjukkan pemberian
alamat IP tertentu pada komputer yang
tetap ( akan
kita bahas nantinya) . Scope
Option adalah tambahan informasi pada setting IP
yang telah kita
berikan seperti informasi DNS dan informasi
Default gateway.
Pada bagian terakhir,
yaitu Server Option sebenarnya tidak
terlalu banyak
berguna karena digunkan hanya j ika Anda
mempunyai banyak scope dalam satu
DHCP server. Daripada
melakukan setting informasi DNS server pada
setiap
scope, Anda bisa
melakukan setting pada Ser ver Option yang
akan menjadi
default setting pada semua scope